Setiap pemilik alat ukur pasti menginginkan jika alat ukur mereka menunjukkan hasil yang presisi dan akurat. Keakuratan alat ukur harus terjaga karena banyak faktor yang dapat menyebabkan turunnya kinerja alat ukur sehingga menyebabkan penyimpangan hasil pengukuran.

Oleh karena itu, kalibrasi sangat penting untuk dilakukan. Namun, proses kalibrasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Melainkan, prosedur kalibrasi harus mengikuti standar yang berlaku. Standar ini diatur oleh ISO atau International Organization of Standardization. ISO memiliki berbagai macam jenis yang dijadikan standar internasional. Lalu, apa saja jenis jenis standar kalibrasi yang berlaku? mari kita simak pembahasan berikut ini!

Jenis Jenis Standar Kalibrasi Internasional

Prosedur kalibrasi yang sesuai standar dapat mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti penyimpangan hasil pengukuran, kecelakaan kerja, dan lain sebagainya. 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, prosedur kalibrasi harus sesuai dengan ketetapan yang diatur dalam standar ISO yang menjadi standar internasional. Standar ISO terdiri dari berbagai macam, namun setidaknya ada 3 standar ISO kalibrasi yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan kalibrasi, standar tersebut adalah sebagai berikut:

Standar Kalibrasi ISO/IEC 17025

Kalibrasi harus memenuhi standar ISO/IEC 17025 yang berisi tentang persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi. ISO/IEC 17025 menjadi syarat bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi di seluruh dunia untuk melakukan kalibrasi dan agar bisa terakreditasi. Jika suatu laboratorium tidak memenuhi standar ini, maka hasil kalibrasi tidak akan terakreditasi dan tidak dapat dibuktikan sehingga menjadi tidak valid.

Standar ISO dan IEC 80000 Tentang Jumlah dan Unit

Kemudian, standar ISO yang berkaitan dengan kalibrasi selanjutnya adalah standar ISO/IEC 80000 tentang jumlah dan unit. Standar ISO/IEC 80000 dapat didefinisikan sebagai standar internasional yang berfungsi sebagai panduan dalam pengukuran gaya untuk besaran fisika dan satuan pengukuran besaran fisik dalam satuan pengukuran.

Standar ISO/IEC 80000 menyediakan informasi mengenai definisi unit seperti bit untuk (bit), erlang untuk (E), octet untuk (o), baud untuk (Bd), satuan alami yang disebut (nat), dan lain sebagainya. Standar ini mencakup satuan internasional (SI), namun tidak terbatas pada satuan internasional (SI) saja. 

Standar Kalibrasi Nasional SNI ISO/IEC 17025:2008

Di Indonesia, standar kalibrasi diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebenarnya, SNI merujuk pada standar nasional, karena SNI ISO/IEC 17025:2008 adalah standar yang diadopsi dari ISO/IEC 17025 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai persyaratan penyelenggaraan kalibrasi setiap laboratorium pengujian dan kalibrasi di Indonesia. Selengkapnya bisa disimak dari penjelasan dan standar yang dipakai di SNI kalibrasi.

Hal ini bertujuan agar setiap laboratorium di Indonesia menetapkan konsistensi dari setiap kegiatan laboratorium yang dilakukannya.

Ada beberapa fungsi laboratorium pengujian dan kalibrasi yang sesuai standar. Setidaknya, ada 4 manfaat laboratorium kalibrasi yang perlu diketahui, yaitu:

  • Penyusunan rencana dan program di bidang pelayanan kalibrasi
  • Pemberian pelayanan teknis kalibrasi
  • Pelaksanaan pengembangan jasa kalibrasi
  • Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa untuk melaksanakan proses kalibrasi yang sesuai prosedur. Prosedur kalibrasi dalam lingkup global harus mengacu pada standar yang berlaku, yaitu standar yang ditetapkan dalam ISO/IEC 17025. Sedangkan, di Indonesia, Komite Akreditasi Nasional (KAN) mensyaratkan standar untuk melakukan kalibrasi harus mengacu pada SNI ISO/IEC 17025.