Melakukan kalibrasi harus memperhatikan beberapa hal, salah satunya nya pedoman kalibrasi alkes yang ada. Dalam Ketentuan alat kesehatan yang sesuai standar dimulai dari perencanaan yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan. Namun dalam kenyataannya perencanaan tersebut menemui kendala seperti kurangnya pengetahuan mengenai fungsi, dan spesifikasi.

Seperti yang Anda tahu dalam dunia kesehatan pasien menjadi satu hal yang harus di utama. Sebagaimana yang bunyi Undang-Undang bahwa setiap warga Negara berhak memperoleh jaminan kesehatan yang layak. Oleh karenanya dalam perencanaan alat kesehatan termasuk kalibrasi didalamnya mematuhi pedoman kalibrasi yang berlaku. 

Untuk melakukan kalibrasi dibutuhkan sebuah pedoman yaitu kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan. Sehingga berguna untuk mendisiplinkan setiap instansi pelayanan laboratorium kalibrasi serta menjamin ketelitian dan ketepatan serta penggunaan dari alat kesehatan. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan berikut ini!

Pedoman Kalibrasi Alkes

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, pedoman kalibrasi sangat penting diperhatikan dalam menyelenggarakan prosedur kalibrasi di laboratorium. Seperti yang Anda tahu bahwasannya kalibrasi bertujuan untuk memastikan hubungan antara nilai-nilai yang ditunjukkan oleh instrument ukur atau sistem pengukuran, yang diperoleh pada suatu bahan ukur. 

Dengan nilai sebenarnya dari besaran alat kesehatan yang diukur tersebut adalah konsep kalibrasi yang tidak dapat diketahui dengan pasti. Karena hasil dari kalibrasi seringkali dipenuhi dengan ketidakpastian. Oleh karenanya dalam penyelenggaraan kalibrasi dibutuhkan pedoman yang menjadi dasar untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu dalam prosedur kalibrasi. 

Jadi penetapan hasil ukur harus sesuai dengan standar yang yang berlaku. Disinilah peran  sebuah pedoman kalibrasi alkes itu berlaku. Segala tahapan yang dilakukan dalam prosedur kalibrasi harus berdasarkan pedoman untuk meminimalisir ketidakpastian yang jauh dari batas toleransi.

Pengujian Kalibrasi

Setiap alat kesehatan yang digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan sangat dianjurkan bahkan wajib melakukan pengujian dan kalibrasi. Bukan tanpa alasan hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.363/MENKES/PER/IV/1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa setiap alat kesehatan perlu dikalibrasi untuk menjamin ketelitian dan ketepatan serta keamanannya ketika digunakan.

Sarana Pelayanan Kesehatan

Seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang No.26 tahun 2009 tentang kesehatan, bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan kesehatan yang aman dan bermutu. Dalam hal ini pelayanan kesehatan akan penggunaan alat kesehatan yang berkualitas harus memiliki performa yang ketat seperti ketelitiannya.

Mekanisme Kalibrasi

JIka berbicara mengenai mekanisme maka berkaitan dengan cara kerja suatu hal. Untuk mekanisme kalibrasi alat kesehatan sebenarnya sama halnya dengan mekanisme kalibrasi alat ukur pada umumnya.  Pelaksanaannya bergantung pada keperluan dan tingkat frekuensi penggunaannya. 

Dalam melakukan kalibrasi alat kesehatan pastinya hal yang pertama dilakukan adalah persiapan, dilanjutkan dengan mempersiapkan alat ukur, metode kalibrasi, mengecek kondisi lingkungan dan pelaksana kalibrasi. Selanjutnya adalah melakukan pengamatan, dan data yang diperoleh kemudian dihitung untuk mendapatkan kesimpulan hasil pengujian. Langkah terakhir adalah membuat laporan kalibrasi.

Mengapa Pedoman Kalibrasi Alkes Dibuat?

Seperti yang telh Anda ketahui bahwasannya kalibrasi alat kesehatan diwajibkan bagi alat yang bekerja dengan cara mengukur. Hal ini dilakukan agar alat kesehatan senantiasa terjaga keakuratan dan kehandalannya dan meminimalisir kesalahan diagnosa pada alat ukur.

Mengingat kebenaran penunjukan nilai alat ukur mempunyai arti yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan maka dalam pelaksanaan kalibrasi harus berdasarkan pedoman yang telah diatur dan dibakukan prosedurnya. 

Dengan mematuhi pedoman kalibrasi alat kesehatan penyimpangan atau deviasi nilai penunjukkan alat tersebut dapat diketahui kebearannya sehingga ketelitian atau akurasinya dapat dijamin dan mendapatkan tingkatan mutu yang maksimal

Kesimpulan 

Demikianlah penjelasan mengenai pedoman kalibrasi alat kesehatan yang perlu Anda tahu dalam penyelenggaraan kalibrasi alat kesehatan. Dari penjelasan tersebut sebuah pedoman atau patokan dibutuhkan untuk mencapai standar alat kesehatan yang telah diatur nilainya. 

Tanpa adanya pedoman kalibrasi alkes, setiap penyelenggaraan kalibrasi alat kesehatan pada laboratorium hasil pengujiannya tidaklah sama besaran nilainya. Sekian penjelasan yang dapat artikel ini sampaikan semoga dapat membantu Anda dalam memperoleh informasi seputar kalibrasi alat kesehatan.