Setiap peralatan ukur yang digunakan untuk mengukur besaran suatu nilai di dalam kegiatan industri, pastinya membutuhkan perawatan. Perawatan tersebut digunakan untuk memelihara keakuratan dan keandalan dari sebuah alat ukur. Melalui kalibrasi alat akan diuji keakuratannya dengan standar yang telah ditentukan.

Berdasarkan ISO/IEC 17025 menyatakan bahwa kalibrasi adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrument ukur atau sistem pengukuran atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.

Kalibrasi diselenggarakan dengan tujuan mencapai ketertelusuran pengukuran dan hasil pengukuran yang dapat dikaitkan dan ditelusuri sampai ke dalam standar yang lebih tinggi. Untuk melakukan kalibrasi dengan hasil yang baik, perlu memperhatikan syarat-syarat kalibrasi, lalu apa saja syarat kalibrasi itu? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Syarat Kalibrasi Yang Harus Dipenuhi?

Sebagai sebuah prosedur penting bagi sebuah alat ukur untuk mencapai tingkat keakuratan sesuai standar. Prosedur kalibrasi tidak boleh dilakukan asal tanpa memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku di dalamnya. Seperti yang tercantum di dalam pedoman ISO/IEC 17025 yang telah menjelaskan bagaimana prosedur kalibrasi dilakukan dan apa saja yang hal-hal penting yang wajib diperhatikan agar pengujian mencapai keakuratan yang diinginkan.

Seperti prosedur lainnya yang memiliki persyaratan dalam menyelenggarakan prosesnya kalibrasi pun sama halnya. Terdapat beberapa syarat kalibrasi yang harus dipenuhi baik bagi laboratorium pelaksana kalibrasi maupun Anda sebagai pemilik alat ukur agar tahu akan persyaratan kalibrasi itu. Untuk penjelasan selengkapnya, simak pemaparan berikut ini!

Memiliki Standar Acuan Kalibrasi

Seperti yang Anda penyelenggaraan kalibrasi di seluruh dunia, mengacu pada standar ISO 17025. Tidak terkecuali di Indonesia. Standar tersebutlah yang akan mengatur setiap prosedur kalibrasi alat ukur. Oleh karenanya setiap melakukan kalibrasi pastikan menggunakan standar acuan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang benar-benar akurat

Metode Kalibrasi yang Tepat

Untuk dapat melakukan prosedur kalibrasi tentunya sebuah metode harus digunakan. Dengan banyaknya jenis alat ukur tentunya metode yang digunakan pun tidak sama. Sebuah metode diperlukan sebagai teknik atau langkah untuk melakukan kalibrasi demi mencapai tujuan yang diinginkan yaitu ketertelusuran. Tanpa metode yang tepat hasil kalibrasi tidak dapat menemukan hasil yang akurat.

Personil Kalibrasi Yang Terlatih

Syarat selanjutnya untuk menyelenggarakan prosedur kalibrasi adalah seorang personil yang terlatih. Seperti yang Anda tahu kalibrasi adalah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Oleh karenanya setiap personil yang terlibat dalam kalibrasi harus berkompeten dan berpengalaman di bidang kalibrasi. Hal ini untuk menghindari kesalahan kalibrasi akibat human error. 

Selain itu pemilihan personil juga harus yang memiliki kualifikasi sebagai tenaga ahli kalibrasi. Selengkapnya bisa kalian baca di kualifikasi tenaga ahli kalibrasi.

Lingkungan Kalibrasi Yang Terkondisikan

Tidak kalah pentingnya, syarat penyelenggaraan kalibrasi juga menyangkut kondisi lingkungan tempat kalibrasi. Hal ini karena dalam beberapa kasus kesalahan kalibrasi salah satu faktornya adalah lingkungan yang tidak mendukung prosedur kalibrasi. Seperti temperatur udara yang tidak stabil menyebabkan alat mengalami aus sehingga hasil pengukuran tidak seperti yang diharapkan.

Alat Kalibrasi Dengan Kondisi Baik

Dalam melakukan prosedur kalibrasi, alat ukur yang akan dikalibrasi adalah alat-alat yang masih berfungsi dengan baik, layak pakai dan tidak rusak. Meskipun dalam beberapa kasus alat yang rusak masih dapat diperbaiki lalu baru bisa melakukan kalibrasi. Namun efisiennya lakukan kalibrasi pada alat yang masih berfungsi dengan baik agar tidak memakan biaya operasional yang besar.

Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Memilih laboratorium yang terakreditasi adalah syarat yang wajib diperhatikan pemilik alat ukur yang hendak melakukan kalibrasi alat ukurnya. Hal ini karena akreditasi dari sebuah laboratorium kalibrasi menunjukkan bahwa laboratorium dijamin kualitas dan konsistensinya dalam pengujian. Sertifikat kalibrasi yang dikeluarkan pun lebih bernilai dari pada yang tidak mengantongi  akreditasi.

Baca juga : Wajib Tahu! Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai syarat kalibrasi yang harus dipenuhi sebelum melakukan prosedur kalibrasi. Syarat-syarat tersebut harus diperhatikan agar meminimalisir kesalahan kalibrasi. Syarat tersebut juga harus dipahami baik bagi personil laboratorium dan pemilik alat ukur. Hal ini karena keenam syarat kalibrasi yang telah disampaikan diatas dapat menjadi faktor kegagalan prosedur kalibrasi alat ukur. Sekian informasi yang dapat disampaikan oleh artikel ini semoga dapat menambah pengetahuan Anda.