Kalibrasi merupakan kegiatan yang penting untuk dilakukan pada setiap alat ukur, khususnya di sektor yang berhubungan erat dengan orang lain, seperti dalam laboratorium. Alat laboratorium penting untuk dikalibrasi. Ada banyak tujuan kalibrasi alat laboratorium. Setidaknya ada 4 tujuan utama yang perlu diketahui, tujuan-tujuan tersebut yaitu sebagai berikut:

Tujuan Kalibrasi Alat Laboratorium untuk Menjaga Akurasi Alat

Tujuan pertama yaitu menjaga akurasi alat. Setiap alat laboratorium perlu dikalibrasi secanggih apapun alat tersebut. Karena setiap alat laboratorium dapat mengalami penurunan kinerja yang dapat disebabkan karena banyak faktor, seperti faktor kondisi lingkungan atau penggunaan yang terlalu lama. 

Oleh karena itu, untuk menjaga akurasi alat laboratorium, setiap alat laboratorium harus dikalibrasi untuk memastikan alat tersebut masih akurat.

Menjaga Fungsi Alat Sesuai Spesifikasi

Kalibrasi juga dapat menjaga fungsi alat agar sesuai spesifikasi. Oleh karena itu, kalibrasi perlu dilakukan, karena alat yang sudah tidak sesuai spesifikasi dapat membahayakan keselamatan kerja di laboratorium. Alat yang tidak sesuai kalibrasi juga akan menyebabkan efek domino negated pada alat laboratorium, seperti kesalahan pengukuran.

Deteksi Awal Kerusakan/Kelainan pada Alat

Kalibrasi alat laboratorium dapat mendeteksi kerusakan atau kelainan pada alat laboratorium sedari awal. Hal ini tentu akan menguntungkan pemilik alat laboratorium, karena kerusakan alat laboratorium yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan kesalahan pengambilan data sehingga jika ada penelitian yang dilakukan menggunakan alat ukur tersebut, hasil penelitian kemungkinan besar akan menyimpang karena data yang dihasilkan juga menyimpang.

Selain itu, biaya untuk melakukan kalibrasi lebih ringan daripada biaya perbaikan alat yang rusak fatal. Belum lagi efek yang ditimbulkan oleh alat laboratorium yang menyimpang karena tidak dikalibrasi.

Menjaga Akurasi Hasil dari Alat Ukur

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kalibrasi pada alat laboratorium dapat menjaga keakuratan alat ukur. Dengan catatan kalibrasi dilakukan secara berkala. Kalibrasi harus dilakukan secara berkala karena kinerja alat ukur dapat berubah-ubah karena beberapa faktor. Oleh karena itu, kalibrasi harus terus dilakukan agar akurasi alat ukur dapat diketahui.

Meminimalisir Adanya Kecelakaan Kerja

Alat laboratorium yang tidak dikalibrasi tidak dapat dibuktikan keakuratannya. Selain itu, tingkat ketidakpastian atau penyimpangan alat tersebut juga tidak diketahui. Apabila suatu alat mengalami penyimpangan yang tidak dapat teridentifikasi karena kinerja yang telah menurun, alat tersebut dapat membahayakan keselamatan petugas laboratorium. Oleh karena itu, salah satu tujuan kalibarsi adalh untuk mencegah kecelakaan kerja karena alat yang rusak.

LAlu, apa kriteria alat laboratorium yang perlu dikalibrasi? mari kita simak penjelasan berikut ini!

Kriteria Alat Laboratorium yang Perlu Dikalibrasi

Ada beberapa kriteria alat laboratorium yang perlu dikalibrasi. Kriteria tersebut terbagi menjadi 3, yaitu:

  • Alat Ukur Kuantitatif
    Alat ukur kuantitatif adalah peralatan pengukuran yang berbasis angka, yang berarti pengukuran yang dilakukan oleh alat ini akan menghasilkan angka atau numerik. Contoh alat ukur kuantitatif adalah neraca, labu takar, pipet volumetric, dan lain sebagainya.
  • Alat Ukur Semi Kuantitatif
    Alat ukur semi kuantitatif adalah peralatan pengukuran yang berbasis angka, namun tidak untuk penggunaan secara akurat atau presisi. Contoh alat ukur semi kuantitatif adalah erlenmeyer dan gelas piala. Namun umumnya, peralatan kategori ini tidak perlu dikalibrasi.
  • Alat Ukur Kualitatif
    Alat ukur kualitatif adalah alat ukur yang tidak berbasis angka. Contoh alat ukur kualitatif adalah tabung reaksi yang digunakan untuk pengamatan warna hasil reaksi penambahan indicator. Peralatan ini juga tidak perlu dikalibrasi.

Perlukah Kalibrasi Alat Laboratorium Secara Rutin/Berkala

Kalibrasi alat kalibrasi harus terus dilakukan selama hayat masih beroperasi. Kalibrasi sebaiknya dilakukan secara berkala. Namun, yang sering menjadi perdebatan adalah istilah berkala itu sendiri. Sebenarnya, istilah berkala dapat diartikan menjadi 2 kategori, yaitu:

  • Berkala dan Terjadwal
    Kalibrasi berkala terjadwal adalah program dengan interval kalibrasi yang baku. Contohnya, terkadang laboratorium atau badan kalibrasi pada suatu alat tertentu, bahwa alat tersebut harus dikalibrasi setiap satu tahun sekali, penentuan waktu atau interval waktu yang terjadwal ini dinamakan kalibrasi berkala terjadwal.
  • Berkala
    Untuk kalibrasi berkala, dilakukan berdasarkan performa alat ukur yang dilihat melalui kartu control. Program kalibrasi ini tidak memiliki standar baku. Namun, kalibrasi berkala membutuhkan data dari kartu kontrol kalibrasi

Kesimpulan

Kalibrasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memastikan keakuratan alat ukur. Selain itu, kalibrasi juga memiliki berbagai manfaat. Namun, manfaat kalibrasi hanya bisa tercapai apabila kalibrasi dilakukan secara berkala. Oleh karena itu, penting kiranya kita sebagai pemilik kalibrasi melakukan kalibrasi berulang untuk memastikan keakuratan alat ukur.