Kalibrasi merupakan proses perbandingan antara dua instrumen ukur, yang salah satunya sudah tertelusur pada standar nasional maupun internasional, alat yang sudah tertelusur ini disebut kalibrator.

Proses kalibrasi sangat penting untuk dilakukan karena memiliki banyak manfaat. Manfaat kalibrasi alat ukur antara lain adalah menjamin kondisi alat ukur sesuai spesifikasi, menambah akurasi alat ukur, dan lain sebagainya. Selain itu, kalibrasi juga memiliki banyak fungsi. Fungsi kalibrasi alat ukur antara lain adalah sebagai berikut:

Fungsi Kalibrasi Alat Ukur untuk Mencegah Kesalahan dalam Pengukuran

Fungsi kalibrasi alat ukur yang pertama adalah untuk mencegah adanya kesalahan pada pengukuran. Banyak industri yang memerlukan pengukuran presisi tinggi dengan tingkat kesalahan yang dapat diterima sangat kecil. Hal itu bisa didapatkan melalui alat ukur yang akurat.  Dengan melakukan kalibrasi, selain akan menjamin keakuratan hasil pengukuran, kalibrasi juga menentukan tingkat penyimpangan atau deviasi alat ukur tersebut.

Mendeteksi Terjadinya Drift pada Alat

Kinerja setiap alat ukur dapat menurun dari waktu ke waktu karena beberapa faktor, seperti faktor lingkungan. Kondisi lingkungan seperti fluktuasi suhu, perubahan cuaca yang ekstrim, dan kelembapan dapat mempengaruhi kinerja alat ukur. Selain itu, lamanya penggunaan alat ukur juga menjadi faktor, bahkan di beberapa instrumen ukur, semakin lama digunakan, penyimpangan alat ukur tersebut juga semakin besar.

Dengan melakukan kalibrasi, penyimpangan atau drift pada alat ukur dapat diketahui, sehingga membantu menganalisis stabilitas instrumen serta konsistensi pengukuran.

Mencegah Risiko Penalti dari Badan Pengatur

Selain itu, kalibrasi juga dapat mencegah penalti dari badan pengatur. Hal ini disebabkan karena pengguna alat ukur sudah memenuhi standar, pedoman, dan peraturan tertentu untuk kalibrasi instrumen yang telah ditetapkan oleh badan pengatur. 

Dengan catatan, proses kalibrasi dilakukan sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan, dan dilaksanakan oleh lembaga atau instansi kalibrasi yang telah mendapat izin Komite Kalibrasi Nasional (KAN).

Deteksi Awal Adanya Cacat dan Kerusakan

Biaya untuk melakukan kalibrasi jauh lebih rendah daripada biaya memperbaiki alat ukur yang sudah lama rusak. Proses kalibrasi selain memastikan keakuratan alat ukur, juga dapat mencegah adanya kecacatan atau kerusakan sedari awal. Hal ini dikarenakan, kalibrasi juga akan menentukan deviasi atau tingkat penyimpangan suatu alat ukur, sehingga kerusakan dapat terdeteksi. 

Lalu, apa tujuan kalibrasi? mari kita bahas.

Tujuan Kalibrasi Alat Ukur

Tujuan utama kalibrasi adalah untuk memastikan keakuratan alat ukur dengan cara membandingkan suatu alat ukur atau standar ukur dengan standar lain yang tertelusur pada standar nasional maupun internasional.

Selain itu tujuan kalibrasi yang lain adalah menentukan deviasi atau penyimpangan kebenaran nilai konvensional suatu alat ukur, menjamin pengukuran yang sesuai standar, serta mencapai ketertelusuran pengukuran.

Kesimpulan

Kalibrasi adalah kegiatan yang sangat kompleks. Meskipun begitu, kalibrasi memiliki banyak fungsi, seperti mencegah risiko penalti, mendeteksi drift pada alat ukur, dan lain sebagainya. Tujuan kalibrasi juga akan menguntungkan pengguna alat ukur, karena salah satu tujuannya adalah untuk mencapai ketertelusuran pengukuran.

Jika ketertelusuran sudah tercapai, maka alat ukur akan dipastikan sesuai standar dan hasil pengukurannya dapat diterima dimanapun di seluruh dunia.