Kalibrasi adalah kegiatan yang sangat penting dilakukan untuk mendukung keakuratan alat ukur. Secara umum, kalibrasi dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memastikan keakuratan alat ukur dengan cara membandingkan suatu instrumen ukur, alat pengukuran, atau nilai standar dengan standar yang tertelusur pada standar nasional maupun internasional.

Proses kalibrasi juga tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam proses kalibrasi adalah metode kalibrasi. Apa itu metode kalibrasi? mari kita simak pembahasan berikut ini!

Metode Kalibrasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), metode kalibrasi dapat diartikan sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

Secara umum, metode kalibrasi dapat didefinisikan sebagai cara atau sistem yang digunakan untuk melakukan proses kalibrasi. Metode kalibrasi tidak boleh ditentukan secara asal-asalan. Metode kalibrasi harus mengikuti standar yang berlaku sehingga akan menghasilkan kalibrasi yang akurat dan presisi.

Lalu, apa metode kalibrasi yang tepat? mari kita bahas!

Metode Kalibrasi Yang Tepat?

Metode kalibrasi yang tepat harus mengacu pada standar yang telah ditetapkan. Metode kalibrasi yang tepat biasanya terdiri dari beberapa tahap yaitu:

Melakukan Persiapan

Tahap persiapan meliputi pemilihan peralatan atau sistem atau instrumen yang akan dikalibrasi, pemilihan standar yang dijadikan acuan, dan persiapan peralatan yang digunakan untuk proses kalibrasi.

Melakukan Pengukuran

Tahap pengukuran meliputi pengukuran nilai yang ditunjukkan oleh suatu alat ukur atau sistem yang akan dikalibrasi dengan cara membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan. Biasanya standar ini tertelusur pada standar nasional maupun internasional.

Membuat Analisis

Tahap analisis meliputi analisis hasil pengukuran yang digunakan untuk menentukan apakah suatu alat ukur atau sistem pengukuran telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Membuat Laporan Hasil

Selanjutnya adalah tahapan pembuatan laporan, tahap pembuatan laporan meliputi penyusunan laporan hasil kalibrasi yang mencakup informasi tentang peralatan atau sistem yang dikalibrasi, standar yang digunakan, hasil pengukuran, dan rekomendasi mengenai tindakan yang diperlukan.

Melakukan Evaluasi Hasil

Tahap terakhir adalah melakukan evaluasi hasil kalibrasi, evaluasi ini meliputi tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil analisis dari rekomendasi yang tercantum pada laporan kalibrasi. 

Secara umum, evaluasi hasil kalibrasi ini dilakukan dengan cara membandingkan faktor koreksi dan ketidakpastian terbesar dengn toleransi yang disyaratkan oleh alat ukur, metode pengujian, atau metode kalibrasi.

Kesimpulan

Kalibrasi merupakan kegiatan yang sangat kompleks dan tidak boleh dilakukan secara asl-aslan. Proses kalibrasi harus menggunakan metode yang sesuai dengan standar sehingga hasil kalibrasi menjadi kredibel dan terverifikasi. Biasanya metode kalibrasi meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pengukuran, analisis, pembuatan laporan dan evaluasi hasil kalibrasi. 

Metode kalibrasi menentukkan kualitas hasil kalibrasi. Oleh karena itu, penting kiranya sebagai pemilik alat ukur, kita harus mempelajari metode kalibrasi yang tepat untuk alat ukur kita sehingga menimbulkan  efisiensi. Selain penting untuk mengetahui metode kalibrasi, perlu juga untuk mengetahui apa itu validasi metode kalibrasi pada alat ukur.