Kualitas suatu produk dapat dijamin dengan fasilitas peralatan yang digunakan. Akurasi dari alat ukur yang digunakan menjadi salah satu faktor yang dapat menjaga kualitas produk. Untuk memastikan akurasi alat ukur dapat dilakukan dengan mengkalibrasi instrumen ukur. 

Setelah melakukan kalibrasi akan didapatkan sertifikasi kalibrasi. Sertifikasi kalibrasi adalah sertifikat yang didapatkan dari Badan Standar Nasional (BSN) yang membuktikan laboratorium tersebut telah terakreditasi. Untuk mengajukan permohonan sertifikasi kalibrasi, Anda harus melalui serangkaian proses. Apa saja sih proses dari sertifikasi kalibrasi? Yuk simak penjelasan lengkapnya pada artikel ini!

Mengenal Proses Sertifikasi Kalibrasi

Saat akan melakukan sertifikasi kalibrasi, Anda diminta untuk mengikuti serangkaian proses yang telah mereka buat. Proses tersebut diadakan untuk memastikan pelaksanaan sertifikasi kalibrasi dilakukan secara runtut. Proses sertifikasi kalibrasi ini melibatkan beberapa pihak selama pelaksanaan untuk menetapkan keputusan. 

Pihak-pihak yang memiliki andil dalam proses sertifikasi kalibrasi ialah pemerintah, akademisi, kalangan industri, dan para ahli dibidangnya. Dukungan sekretariat komite teknis yang tersebar di seluruh lembaga serta kementerian di Indonesia merupakan peran yang diberikan dari pihak yang terlibat. Dengan begitu, sertifikasi kalibrasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. 

Proses Sertifikasi Kalibrasi

Sebelum melanjutkan proses sertifikasi kalibrasi, Anda akan diminta untuk memenuhi persyaratan terlebih dahulu untuk memastikan produk Anda telah terdaftar. Persyaratan yang wajib dibawa saat memohon sertifikasi kalibrasi antara lain akta notaris, SIUP, TDP, NPWP, Surat Pendaftaran Merek, dan sebagainya. 

Pastikan dahulu syarat tersebut. Apabila Anda sudah memenuhi semua persyaratannya, beginilah proses sertifikasi kalibrasi.

  1. Mengisi Formulir SPPT
    Pengisian formulir SPPT SNI (Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI) adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan sebagai persyaratan administrasi. Lampiran yang wajib disertakan bersamaan dengan pengumpulan formulir adalah sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Jangan lupa untuk memastikan lampiran tersebut telah dilegalisir.
  2. Melakukan Verifikasi
    Verifikasi sertifikat kalibrasi dilalui dengan peninjauan jangkauan tempat audit dan kemampuan memahami bahasa setempat. Semuanya akan dilakukan berdasarkan prosedur sertifikasi kalibrasi.
  3. Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen
    Pemberian waktu selama 2 bulan kepada pemohon untuk melengkapi kesesuaian kecukupan dokumen sistem manajemen mutu produsen terhadap persyaratan permohonan.
  4. Pengujian Sampel
    Proses pengujian sampel ini dilakukan dengan menyegel sampel produk yang diambil kemudian diberi Label Contoh Uji. Laboratorium uji yang telah terakreditasi akan dijadikan tempat untuk melangsungkan pengujian.
  5. Penilaian Sampel
    Penilaian sampel dilakukan setelah hasil pengujian diterbitkan. Dalam proses ini jika hasil yang ditunjukkan belum memenuhi standar maka produk akan melalui pengujian ulang hingga memenuhi ketentuan yang berlaku.
  6. Keputusan Sertifikasi
    Rapat keputusan sertifikasi kalibrasi akan dilaksanakan oleh tim independen yang membahas mengenai hasil audit dan kelangsungan pengujian.
  7. Penyerahan SPPT-SNI
    Apabila keputusan telah dibuat maka tim penguji akan mengklarifikasi perusahaan yang bersangkutan untuk memberi tahu. Hasil keputusan yang diterbitkan harus memenuhi kriteria yang menjadi dasar penilaian yakni kelengkapan legalitas, ketentuan standar, proses produksi, serta sistem manajemen mutu.

Manfaat Sertifikasi Kalibrasi

Panjangnya rangkaian sertifikasi kalibrasi yang telah Anda lalui akan memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan Anda. Berbagai manfaat ini dapat Anda jadikan motivasi untuk mengajukan sertifikasi kalibrasi. 

Manfaat sertifikasi kalibrasi alat ukur yang akan Anda dapatkan adalah jaminan kualitas produk yang telah melalui sistem pengujian, pengendalian, dan pengawasan yang efektif. Berikutnya, keuntungan lain ialah memastikan konsumen mendapat produk yang sesuai standar. Keselamatan konsumen meningkat karena produk telah menerapkan prosedur sertifikasi. Dapat mengeluarkan produk Anda dari kompetisi produk tersertifikasi namun tidak memenuhi standar.

Manfaat selanjutnya yaitu menambah peluang memasarkan produk dengan label sertifikasi. Memperluas pasar dengan peningkatan reputasi. Dan penerapan sistem penjaminan mutu menjadi lebih efisien. Selain itu juga perlu diperhitungkan sertifikasi untuk teknik pengukuran dan kalibrasi.

Kesimpulan

Apa yang timbul dalam pikiran Anda setelah membaca artikel ini secara keseluruhan? Sudah paham mengenai sertifikasi kalibrasi yang benar? Ternyata untuk mengajukan sertifikasi kalibrasi tidak terlalu rumit. Anda hanya perlu melakukannya sesuai proses dengan runtut. Dengan berbagai macam keuntungan yang didapat merupakan hal yang sebanding dengan serangkaian proses yang telah anda lalui untuk mendapatkan sertifikasi kalibrasi.