Alat ukur yang digunakan secara terus menerus akan berpotensi mengurangi akurasinya. Penyimpangan hasil yang didapat dari alat ukur yang tidak mendapat perawatan dapat menimbulkan banyak persoalan. Oleh karena itu, kalibrasi alat ukur perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga mutu produk yang dihasilkan.
Pelaksanaan kalibrasi alat ukur akan menghasilkan sertifikasi kalibrasi yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa produk dibuat dengan penjaminan mutu tinggi. Masih bingung dengan sertifikasi kalibrasi? Yuk simak penjelasan lengkap dan prosedur sertifikasi kalibrasi alat ukur disini.

Penjelasan Sertifikasi Kalibrasi Alat Ukur

Bagaimana cara seseorang menilai suatu produk layak digunakan atau dikonsumsi? Manusia cenderung membutuhkan sesuatu dalam bentuk visual untuk memercayai kondisi tertentu. Lalu bagaimana kelayakan alat ukur dinilai dalam bentuk visual? Kelayakan sebuah alat ukur dapat dibuktikan dengan melakukan serangkaian pengujian yang akan menghasilkan sertifikasi. Sertifikasi inilah yang nantinya digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa alat ukur telah lulus uji kalibrasi.

Sertifikasi kalibrasi alat ukur adalah hasil uji kalibrasi yang diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang telah lulus dari prosedur yang ditetapkan. Sertifikasi kalibrasi alat ukur dapat digunakan juga untuk mengetahui kapan alat ukur perlu dikalibrasi lagi.

Prosedur Sertifikasi Kalibrasi Alat Ukur

  1. Pengisian Formulir SPPT
    Untuk menempuh serangkaian prosedur kalibrasi alat ukur, yang pertama harus Anda lakukan adalah mengisi formulir SPPT-SNI. Pengisian formulir ini berguna untuk pendataan calon alat ukur yang akan disertifikasi. Saat akan mengumpulkan formulir ini Anda akan diminta juga melampirkan fotokopi sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 yang harus anda pastikan sudah terlegalisir.
  2. Melakukan Verifikasi
    Jangkauan tempat audit dan bahasa setempat menjadi hal yang akan ditinjau dalam proses verifikasi berdasarkan prosedur sertifikasi kalibrasi alat ukur.
  3. Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen
    Kelengkapan dokumen sistem manajemen mutu produsen melalui tahap pemeriksaan oleh tim penguji dan jika dokumen yang dikumpulkan tidak sesuai maka pemohon harus memperbaikinya. Dalam perbaikan tersebut pemohon diberi waktu selama tidak lebih dari 2 bulan.
  4. Pengujian Sampel
    Tahap ini adalah tahap dimana salah satu alat ukur diambil sebagai sapel lalu diuji pada laboratorium uji kalibrasi yang telah terakreditasi. Alat ukur yang dijadikan sampel akan diberi Label Contoh Uji (LCU).
  5. Penilaian Sampel
    Sampel yang dilakukan pengujian kemudian akan melalui tahap penilaian. Jika hasil sudah sesuai maka akan dikeluarkan sertifikasi hasil uji dan jika tidak sesuai maka alat ukur akan melalui pengujian ulang hingga mendapatkan hasil yang memenuhi standar. Namun, permohonan sertifikasi kalibrasi dapat ditolak jika alat ukur tidak menunjukkan kesesuaian bahkan setelah dilakukan pengujian ulang berkali-kali.
  6. Keputusan Sertifikasi
    Rapat oleh tim independen akan digelar guna membahas hasil audit dan pengujian alat ukur.
  7. Penyerahan SPPT-SNI
    Setelah hasil keputusan mengenai sertifikasi telah didapatkan maka tim penguji akan memberi tahu perusahaan yang bersangkutan. Kelengkapan legalitas, ketentuan standar, proses produksi, serta sistem manajemen mutu dijadikan dasar pengklasifikasian.

Manfaat Sertifikasi Kalibrasi

Berbagai keuntungan akan Anda dapatkan ketika menerapkan sertifikasi kalibrasi pada alat ukur Anda. Keuntungan yang diberikan dari sertifikasi kalibrasi tentunya akan mendukung perkembangan bisnis Anda. Simak hingga akhir.

  • Meningkatkan citra perusahaan
    Bayangkan Anda membeli suatu produk yang bagus, tentunya Anda tidak akan segan untuk memberitahukan produk tersebut kepada kolega Anda. Anda rela tidak dibayar untuk mempromosikan produk itu. Itulah yang dinamakan kepuasan pelanggan yang didapatkan dari kualitas produk.
    Ketika alat ukur dalam produksi Anda baik maka kualitas yang dihasilkan pun juga akan stabil dan baik. Dengan begitu kepercayaan konsumen akan meningkat dan citra perusahaan menjadi baik dimata masyarakat.
  • Meningkatkan daya saing produk
    Masih berkaitan dengan kualitas produk yang dihasilkan dengan alat ukur dalam produksi terjaga. Produk dengan kualitas tinggi akan sukses dalam pemasarannya dan dapat mengalahkan pesaingnya.
  • Dapat mengikuti tender pengadaan barang dan jasa
    Perusahaan yang telah memiliki sertifikasi kalibrasi lebih berpeluang untuk mendapatkan tender pengadaan barang dan jasa pemerintah. Hal ini baik untuk Anda yang berniat memperluas jangkauan pemasaran.

Kesimpulan

Dalam artikel ini telah dibahas jelas pengertian sertifikasi kalibrasi alat ukur, prosedur dan manfaatnya. Melihat pentingnya sertifikasi kalibrasi pada alat ukur Anda tidak perlu berpikir ulang untuk melakukannya. Kerumitan dalam prosedur sertifikasi akan dibayar dengan keuntungan yang akan memperbesar profit perusahaan. Tunggu apa lagi? Segera urus sertifikasi kalibrasi alat ukur Anda.