Coba lihat barang-barang disekitar Anda, apakah barang-barang tersebut memiliki logo SNI? Hampir semua barang yang kita miliki telah bersertifikat SNI seperti mainan anak-anak hingga helm yang kita gunakan untuk berkendara.

Beberapa tahun silam logo SNI pada helm sempat ramai diperbincangkan, pasalnya helm tanpa sertifikasi SNI tidak layak pakai dan dapat membahayakan penggunanya. Nah, dengan satu contoh kasus saja Anda sudah dapat menilai seberapa pentingnya sertifikasi SNI pada suatu produk. Sertifikasi SNI yang dimiliki dapat membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas yang ditawarkan.

Untuk mendaftarkan Sertifikasi SNI produk Anda harus melalui beberapa prosedur. Lalu bagaimana sih prosedur serta manfaat dari Sertifikasi SNI itu? Yuk simak penjelasan lengkapnya disini.

Mengenal Sertifikasi SNI

Sertifikasi SNI adalah Standar Nasional Indonesia yang dirumuskan Komite Teknis Perumusan SNI yang melibatkan beberapa stakeholder yang berpengalaman dibidangnya. Stakeholder tersebut terdiri dari pemerintah, akademisi, kalangan industri, dan para ahli. Setelah perumusan standar selesai maka standar akan ditetapkan oleh BSN (Badan Standarisasi Nasional).

Ketetapan yang berlaku untuk produk yang masuk dalam daftar wajib SNI dalam pengedarannya harus memiliki label SNI. Jika ditemukan produk tidak berlabel SNI maka produk dapat ditarik dari pasaran dan dilarang untuk diperjual belikan. Tetapi, produk yang tidak berada dalam daftar wajib SNI diperbolehkan memasarkan produknya tanpa label SNI.

Prosedur Untuk Mendapatkan Sertifikasi SNI

Apakah produk Anda termasuk kedalam daftar wajib SNI? Lalu Anda berniat untuk mengajukan sertifikasi SNI? Alangkah baiknya Anda mengetahui prosedur permohonan sertifikat SNI dan penggunaannya. Berikut prosedurnya!

  • Mengisi Formulir SPPT
    Saat pengajuan sertifikat SNI Anda akan diminta untuk mengisi formulir SPPT SNI (Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI). Setelah menyelesaikan pengisian formulir, Anda juga diminta untuk melampirkan beberapa hal yakni fotokopi sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 yang telah dilegalisir dan sertifikat LSSM (Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu) bagi produk impor yang dikeluarkan dari negara asal produk yang telah melakukan perjanjian dengan Komite Akreditasi Nasional (KAN).
  • Melakukan Verifikasi
  • Beberapa poin seperti jangkauan tempat audit dan kemampuan memahami bahasa setempat akan ditinjau dan diverifikasi oleh LSPro-Pustan.
  • Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen
    Prosedur berikutnya adalah tim audit akan memastikan kelengkapan dan kecukupan dokumen sistem manajemen mutu produsen yang mengacu pada persyaratan SPPT SNI. Pemohon yang tidak melengkapi salah satu atau lebih syarat yang berlaku akan diberi waktu 2 bulan untuk memperbaiki.
  • Pengujian Sampel
    Proses pengujian akan dilakukan oleh tim LSPro-Pustan yang mendatangi tempat produksi dan menguji produk dengan melabelinya LCU (Label Contoh Uji) kemudian disegel. Pengujian dapat dilakukan di 2 tempat, lab penguji yang terakreditasi atau lab yang disediakan produsen. Namun, ketika pengujian dilakukan di lab produsen maka dibutuhkan saksi selama masa pengujian. Pengujian akan terus berlangsung hingga hasilnya sesuai dengan standar SNI.
  • Penilaian Sampel
    Sebelum mengeluarkan Sertifikasi Hasil Uji, penguji akan menilai kesesuaian hasil dengan standar SNI. Pengujian ulang akan dilakukan ketika hasil uji tidak sesuai. Dan permohonan SPPT SNI akan ditolak bila pengujian ulang menunjukkan hasil yang tidak sesuai terus menerus.
  • Keputusan Sertifikasi
    Dokumen audit dan hasil uji coba akan dijadikan bahan dalam rapat panel tinjauan SPPT-SNI LSPRo-Pustan Daperin dalam membahas hasil audit dan hasil uji untuk memutuskan sertifikasi SNI.
  • Penyerahan SPPT-SNI
    Prosedur terakhir dari rangkaian ini adalah penyerahan SPPT-SNI yang dikeluarkan oleh LSPro-Pustan kepada perusahaan yang bersangkutan. Keputusan dalam penyerahan Sertifikat SNI ini didasarkan pada kelengkapan legalitas, ketentuan SNI, proses produksi, dan sistem manajemen mutu.

Manfaat Menerapkan Sertifikasi SNI

Industri yang berhasil mendapatkan dan menerapkan Sertifikasi SNI akan diuntungkan dalam berbagai hal. Keuntungan menerapkan Sertifikasi SNI antara lain dapat Anda baca dibawah ini.

  • Merupakan jaminan dari lembaga independen bahwa suatu produk dihasilkan melalui sebuah sistem pengujian, pengendalian dan pengawasan yang efektif.
  • Konsumen mendapat jaminan bahwa produk telah sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.
  • Khusus yang diwajibkan, label dari hasil penerapan prosedur Sertifikasi SNI menunjukkan bahwa produk telah memenuhi ketentuan keselamatan.
  • Melindungi kompetisi produk bersertifikasi dengan produk yang tidak memenuhi standar.
  • Label sertifikasi menjadi alat pemasaran yang ampuh.
  • ¬†Meningkatkan reputasi produsen yang berakibat pada perluasan pasar.
  • Meningkatkan efisiensi melalui penerapan sistem penjaminan mutu yang efektif.

Kesimpulan

Konsumen merupakan prioritas utama dalam sebuah industri. Untuk dapat meningkatkan kepercayaan konsumen pelaku industri dapat melakukan permohonan Sertifikasi SNI dan menerapkannya. Dalam artikel ini telah diulas prosedur yang perlu dilalui untuk memohon sertifikasi industri.

Banyaknya keuntungan yang didapatkan dengan menerapkan Sertifikasi SNI perlu Anda pertimbangkan. Jadi, tunggu apa lagi? Daftarkan produk Anda pada sertifikasi SNI.