Ketika membeli suatu alat ukur. Salah satu yang kita pertimbangkan adalah keakuratannya. Oleh karena itu, sangat wajar bila kita menanyakan sertifikat kalibrasi pada alat yang kita beli. Terlebih di bidang industri, alat ukur sangat penting untuk menjamin kualitas produk. 

Biasanya, perusahaan yang kredibel akan sangat memperhatikan keakuratan alat ukur dengan menjamin bahwa setiap alat ukur yang dibeli sudah dikalibrasi. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sertifikat kalibrasi atau tanda kalibrasi yang ada pada alat ukur tersebut.

Namun, proses kalibrasi ini sebaiknya tidak dilakukan sekali, tapi secara berkala. Penentuan dilakukannya kalibrasi berbeda-beda, banyak perusahaan yang merekomendasikan setahun sekali. Namun sebenarnya, jarak waktu untuk melakukan kalibrasi tergantung pada kondisi alat ukur tersebut. 

Alat ukur yang jarang dipakai tentu wajar jika jarak kalibrasinya lebih lama dari alat ukur yang sering dipakai. Nah, jarak waktu untuk melaksanakan kalibrasi ini disebut frekuensi kalibrasi. Frekuensi pada kalibrasi berkaitan erat dengan jadwal kalibrasi dan program kalibrasi. Untuk informasi lebih lanjut, mari kita simak penjelasan berikut ini! 

Penjelasan Frekuensi Kalibrasi

Secara umum, frekuensi kalibrasi dapat diartikan sebagai rentang waktu yang ditetapkan untuk melakukan kalibrasi kembali, sejak alat ukur terakhir kali dikalibrasi. Dengan catatan, tak ada perubahan rentang waktu, seperti perbaikan alat ukur karena rusak, adjustment, dan lain sebagainya. Frekuensi dalam kalibrasi ini ditentukan oleh masing-masing pemilik alat ukur dan tidak terikat pada aturan manapun

Tujuan Frekuensi Kalibrasi

Tujuan frekuensi kalibrasi adalah untuk memastikan bahwa instrumen ukur selalu memiliki akurasi yang masih dalam rentang keharusan sesuai spesifikasi atau desain alat ukur dan fungsi kerjanya. Sederhananya, untuk menjaga dan mempertahankan keakuratan alat ukur, juga agar penyimpangan dapat segera terdeteksi karena menentukan frekuensi yang tepat untuk kalibrasi.

Lalu, bagaimana cara menentukan frekuensi kalibrasi yang tepat?

Cara Menentukan Frekuensi Kalibrasi yang Tepat

Ada beberapa cara untuk menentukan frekuensi kalibrasi yang tepat. Namun, pada akhirnya penentuan frekuensi ini adalah hak sekaligus tanggung jawab masing-masing individu. Frekuensi untuk kalibrasi yang tepat dapat dilihat dari berbagai hal, yaitu sebagai berikut:

Berdasarkan Kemampuan Akurasi Alat

Penentuan kalibrasi yang tepat, dilihat dari kemampuan akurasi alat. Dua alat yang sama namun memiliki tingkat akurasi yang berbeda memiliki harga yang berbeda, juga frekuensi kalibrasi yang berbeda pula. 

Contohnya, ada dua termometer, memiliki bentuk dan jenis yang sama, namun tingkat akurasinya berbeda. Termometer 1 memiliki tingkat akurasi ±0,2° C0, sedangkan termometer 2 adalah ±2° C. Dalam kasus ini, tentu wajar jika frekuensi kalibrasi dari termometer 1 akan lebih lama dibanding termometer 2, karena memiliki tingkat akurasi yang berbeda.

Berdasarkan Rekomendasi Pembuat Alat

Selanjutnya, frekuensi kalibrasi dapat ditentukan berdasarkan rekomendasi pembuat alat. Rekomendasi ini dapat kita lihat dalam manual book alat atau meminta informasi langsung dari pembuat alat. Hampir semua pembuat alat menetapkan frekuensi kalibrasi yang sama yaitu 1 tahun. 

Namun, hal tersebut belum tentu benar, karena mungkin penentuan frekuensi dari pembuat alat hanya kepentingan bisnis atau marketing belaka. Sehingga, sudah sepatutnya kita sebagai pengguna, harus lebih peka terhadap alat ukur kita, sehingga mengetahui kinerja alat ukur dan waktu yang terbaik untuk melakukan kalibrasi.

Berdasarkan Cara Penggunaan dan Kondisi Lingkungan Pemakaian

Cara selanjutnya adalah penentuan melalui kondisi lingku7ngan. Penentuan ini lebih masuk akan, karena tidak menggeneralisir alat ukur. Kondisi lingkungan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kinerja alat ukur dapat berubah.

Contohnya, dua alat ukur yang memiliki merk, tipe dan rentang serta akurasinya sama. Namun diletakkan di kondisi yang berbeda. Alat ukur pertama dipasang didalam ruangan, di tengah rentang kemampuannya. Sedangkan alat ukur kedua, diletakkan di luar ruangan yang berada di hampir batas atas kemampuan suhunya. Tentu frekuensi kalibrasi kedua alat ini tidak bisa disamakan.

Berdasarkan Tujuan Penggunaan

Frekuensi kalibrasi juga dapat ditentukan berdasarkan tujuan penggunaan.Tujuan penggunaan ini dapat dikaitkan dengan kekritisan alat maupun risiko kegagalan pengukuran dari suatu alat ukur. Semakin kompleks instrumen atau alat ukur dan digunakan untuk mengukur parameter yang berpengaruh pada kesehatan dan keselamatan manusia, pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya. Maka, frekuensi kalibrasinya akan semakin pendek.

Berdasarkan Rancangan Pemeliharaan Alat

Selanjutnya, berdasarkan rancangan pemeliharaan alat. Alat ukur yang dirawat dan dipelihara akan memiliki frekuensi kalibrasi yang lebih lama dibandingkan alat ukur yang pemeliharaannya hanya saat melakukan kalibrasi.

Berdasarkan Beban Kerja Alat

Kemudian, penentuan frekuensi kalibrasi juga dapat dilihat dari beban kerja alat. Alat yang sering dioperasikan dan memiliki tingkat penggunaan yang tinggi akan memiliki frekuensi kalibrasi yang lebih pendek dibandingkan alat ukur yang jarang digunakan.

Kesimpulan

Penentuan frekuensi alat ukur adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena berpengaruh pada tingkat keakuratan alat ukur. Penentuan frekuensi ini dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti beban kerja, pemeliharaan, tujuan penggunaan dan lain sebagainya.